Formulir isian interaktif · sel pajak dihitung otomatis · lengkap dengan Lampiran I & II
Tarif Pasal 17 UU HPP
Surat Pemberitahuan Tahunan
PPh Wajib Pajak Orang Pribadi · Tahun Pajak
· Status: Normal
1770 S
IDENTITAS WAJIB PAJAK
A. PENGHASILAN NETO
1
Penghasilan neto dalam negeri sehubungan dengan pekerjaan (otomatis dari Lampiran I Bagian C)
auto–
2
Penghasilan neto dalam negeri lainnya (otomatis dari Lampiran I Bagian A)
auto–
3
Penghasilan neto luar negeri
4
Jumlah penghasilan neto (1+2+3)
auto–
5
Zakat / sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib
6
Jumlah penghasilan neto setelah pengurangan zakat (4−5)
auto–
B. PENGHASILAN KENA PAJAK
7
Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) — K/2
auto–
8
Penghasilan Kena Pajak (6−7) — dibulatkan ke bawah ribuan
auto–
C. PPh TERUTANG
9
PPh terutang (Tarif Pasal 17 UU HPP × Angka 8)
auto–
10
Pengembalian/pengurangan PPh Pasal 24 yang telah dikreditkan
11
Jumlah PPh terutang (9+10)
auto–
D. KREDIT PAJAK
12
PPh dipotong/dipungut pihak lain / DTP (otomatis dari Lampiran I Bagian C)
auto–
13a
PPh yang harus dibayar sendiri (11−12)
auto–
13b
PPh yang lebih dipotong/dipungut
auto–
14a
PPh dibayar sendiri — PPh Pasal 25
14b
STP PPh Pasal 25 (hanya pokok pajak)
15
Jumlah kredit pajak (14a+14b)
auto–
E. PPh KURANG / LEBIH BAYAR
16a
PPh yang kurang dibayar (PPh Pasal 29)
auto–
16b
PPh yang lebih dibayar (PPh Pasal 28A)
auto–
F. ANGSURAN PPh PASAL 25 TAHUN BERIKUTNYA
18
Angsuran PPh Pasal 25 tahun berikutnya (1/12 × Angka 13)
auto–
LAMPIRAN I — 1770 S-I
BAGIAN A · Penghasilan Neto Dalam Negeri Lainnya (progresif → Angka 2)
JUMLAH BAGIAN A (JBA)
–
BAGIAN B · Penghasilan yang Tidak Termasuk Objek Pajak (informatif — tidak dipajaki)
JUMLAH BAGIAN B (JBB)
–
BAGIAN C · Daftar Pemotongan PPh oleh Pihak Lain & PPh DTP (sumber penghasilan pekerjaan)
📄 Tarik & letakkan PDF bukti potong di sini, atau
Aplikasi membaca PDF bukti potong (1721-A1 / BPA1) dan mengisi Bagian C otomatis. Selalu periksa & sesuaikan hasilnya.
Atau isi manual. Pilih Metode → kolom PPh Dipotong dihitung otomatis: Pegawai Tetap = progresif atas (neto − PTKP); Komisaris = progresif tanpa PTKP; Manual = ketik sendiri. PTKP hanya pada satu Pegawai Tetap.
No
Nama Pemotong
NPWP Pemotong
Metode
Penghasilan Neto
PPh Dipotong
JUMLAH BAGIAN C (JBC)
–
–
LAMPIRAN II — 1770 S-II
BAGIAN A · Penghasilan yang Dikenakan PPh Final dan/atau Bersifat Final (mis. dividen, bunga deposito)
Sumber / Jenis Penghasilan
DPP / Bruto
PPh Terutang (Final)
JUMLAH BAGIAN A (JBA)
–
–
BAGIAN B · Harta pada Akhir Tahun
No
Kode
Nama Harta
Th. Perolehan
Harga Perolehan
Keterangan
JUMLAH BAGIAN B
–
BAGIAN C · Kewajiban / Utang pada Akhir Tahun
No
Kode
Nama Pemberi Pinjaman
Alamat
Th.
Jumlah
JUMLAH BAGIAN C
–
BAGIAN D · Daftar Susunan Anggota Keluarga
No
Nama
NIK
Hubungan
Pekerjaan
Simulasi — bukan pengganti perhitungan resmi DJP. Verifikasi dengan bukti potong & konsultan pajak.
Status SPT
Rp 0
—
Penghasilan Neto
Rp 0
PKP
Rp 0
PPh Terutang
Rp 0
Kredit Pajak
Rp 0
Tarif Efektif
0%
Alokasi Kurang Bayar per Sumber — proporsional Penghasilan Neto
Sumber Penghasilan
Penghasilan Neto
Porsi Neto
Alokasi Kurang Bayar
Rincian Tarif Progresif (Pasal 17 UU HPP)
Lapisan
Tarif
Dasar Pengenaan
PPh
Dasar hukum & asumsi
Tarif Pasal 17 (UU HPP 7/2021): 5% s/d 60 jt · 15% 60–250 jt · 25% 250–500 jt · 30% 500 jt–5 M · 35% di atas 5 M.
PTKP: WP 54 jt; +4,5 jt kawin; +4,5 jt/tanggungan (maks 3); K/I +54 jt. PKP dibulatkan ke bawah ribuan.
Kredit pajak (Bagian C) dihitung otomatis per metode: Pegawai Tetap = progresif atas (neto−PTKP); Komisaris = progresif tanpa PTKP.
Lampiran I-A (penghasilan neto DN lainnya, mis. capital gain saham tertutup) masuk progresif. Lampiran II-A (dividen, bunga deposito) bersifat final — tidak digabung.
Kurang Bayar (Ps.29) = PPh terutang − kredit pajak − angsuran. Disetor sebelum lapor. Negatif → Lebih Bayar (Ps.28A).